Menanggapi pernyataan itulah maka pihak keluarga melaluki kuasa hukumnya dari TPM (Tim Pembelas Muslim) mengadakan jumpa pers di Gedung Umat Islam di Kartopuran Solo Senin (16/5) pukul 14.00. Anies Prijo SH selaku koordinator TPM didampingi anggota lain menuturkan bahwa apa yang dikatakan kepolisian tentang barang bukti adalah tidak terkait semuanya.
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Mei 2011
Penggeledahan di rumah Sigit Qurdowi tak terbukti!
Menanggapi pernyataan itulah maka pihak keluarga melaluki kuasa hukumnya dari TPM (Tim Pembelas Muslim) mengadakan jumpa pers di Gedung Umat Islam di Kartopuran Solo Senin (16/5) pukul 14.00. Anies Prijo SH selaku koordinator TPM didampingi anggota lain menuturkan bahwa apa yang dikatakan kepolisian tentang barang bukti adalah tidak terkait semuanya.
Minggu, 06 Juni 2010
Di Solo, Ribuan Orang Gelar Tabligh Akbar Kecam IsraelDi Solo, Ribuan Orang Gelar Tabligh Akbar Kecam Israel

Tidak kurang dari 20 ribu orang di Solo dan sekitarnya menghadiri tabligh akbar di Alun-alun Surakarta, Minggu (6/6/2010). Mereka mengecam keras kebrutalan Israel menyerang kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara.
Mereka juga mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dititipkan kepada walikota Surakarta.
Tabligh tersebut merupakan aksi gabungan berbagai organisasi yang difasilitasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di eks Karesidenan Surakarta. Tampil sebagai pembicara dalam tabligh tersebut diantaranya adalah ketua MUI Surakarta Prof Dr Zainal Arifin Adnan, Presidium MER-C Indonesia Joserizal Jurnalis, koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta.
Zainal Arifin mengatakan siapapun pantas mengutuk Israel atas kebruatalan yang dilakukannya terhadap rombongan misi kemanusiaan di lautan lepas. Justru, menurut Zainal, yang tidak bereaksi atas serangan Israel kali ini pantas dicurigai jiwa dan hati nuraninya telah mati.
Senada dengan itu Joserizal mengatakan serangan Israel terhadap rombongan relawan itu semakin menbulatkan tekad dia dan teman-temannya untuk terus melakukan misi kemanusiaan terhadap warga Palestina merdeka. Dia bertekad akan tetap mengirimkan relawan ke kawasan konflik tersebut.
Sedangkan Mahendradatta mengajak semua warga untuk membawa persoalan keburatalan Israel tersebut ke Komisi HAM PBB di Jenewa. Selain itu peristiwa Mavi Marmara adalah momentum bagi seluruh warga bangsa di Indonesia untuk bersatu dalam satu barisan melawan Israel dengan berbagai cara.
"Selama ini kita sering didzalimi oleh kaki tangannya. Mungkin banyak orang masih ragu untuk bersikap atau mengambil kesimpulan. Tapi kali ini jelas, anak bangsa kita diserang langsung oleh tentara Israel yang biadab. Jelas bahwa inilah serangan Israel terhadap warga negara kita. Tak ada lagi keraguan," ujarnya.
Desak SBY
Selain itu massa aksi juga menulis pernyataan sikap bersama yang diberi nama 'Resolusi Solo'. Isinya mengutuk serangan Israel terhadap relawan kemanusiaan, mendesak Presiden SBY membuktikan cita-cita kemerdekaan indonesia untuk melawan segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan Israel atas Palestina, serta mengajak semua pihak menumbuhkan kesadaran dalam menyikapi zionis Israel.
Pernyataan itu diserahkan kepada Walikota Surakarta Joko Widodo, untuk disampaikan kepada Presiden. Pernyataan itu diserahkan secara beramai dengan berjalan kaki dari Alun-alun Utara Solo menuju Balaikota Surakarta. Joko Widodo menerima massa dan pernyataan itu di kanopi balaikota.
Joko Widodo berjanji akan meneruskan titipan aspirasi itu kepada Presiden. Dia juga menegaskan sikap pribadinya yang mengutuk keras serangan Israel terhadap rombongan misi kemanusiaan. "Selain itu semua pihak harus memberi pelajaran kepada Israel, jangan sampai Israel merasa mempunyai lisensi untuk membunuh siapapun yang mereka maui," ujar Joko. (mbr/nwk)
Ustad Abu Bakar Ba'asyir Pimpin Unjuk Rasa Kecam Israel

SOLO - JAT (Jama'ah Anshorut Tauhid), organisasi yang baru-baru ini terkena isu terorisme, karena beberapa pengurusnya di wilayah DKI Jakarta ditangkapi Densus 88 - Anti Teror (D88 - AT), melakukan aksi di kota Solo. Lagi-lagi Kota Solo, baru kemarin (Senin, 31/05/2010) seratusan pemuda Islam yang mengatasnamakan SUIS (Solidaritas Umat Islam Surakarta) melakukan aksi di depan Mapolwiltabes Surakarta, memprotes atas tindakan D88 - AT yang tidak dibenarkan menurut syariat Islam maupun dari KUHP dan HAM.
Kini (Selasa, 01/06/2010), seratusan pemuda dari JAT melakukan aksi kembali. Memprotes atas kebiadaban Tentara Israel yang membunuh para relawan kemanusiaan yang berlayar menggunakan kapal Mavi Marmara menuju Palestina. Aksi dilakukan dengan longmarch (jalan kaki). Pukul 13.00 WIB aksi dilakukan dengan mengambil start dari depan Masjid Baitusalam Tipes. Puluhan pemuda tersebut berorasi dan mengeluarkan yel-yel anti Israel. Dengan diiringi satu mobil yang mengangkut sound system, para pemuda JAT tersebut bergantian berorasi, hingga berakhir di Bundaran Gladag.
Tampak hadir pula Amir JAT, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Walaupun dalam usia yang relatif tua, Ustadz Abu masih bersemangat berorasi untuk mengutuk tindakan kebiadaban Israel. Beliau menyerukan supaya negara-negara di seluruh dunia untuk memutuskan hubungan dengan Israel. Beliau juga menyerukan, "Bahwa melawan Israel, janganlah hanya dengan suara ataupun tulisan, tapi dengan berperang mengangkat senjata melawan kebiadaban Israel." Seruan tersebut disambut takbir oleh peserta aksi.
"Janganlah menyebut Al Qoida, Taliban, dan para mujahidin sebaai teroris. Karena itu adalah seruan dari Amerika dan sekutunya, termasuk Israel. Tetapi teroris yang sebenarnya adalah Israel." tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Amir Mudiriyah Solo JAT, Ustadz Muhammad Sholeh Ibrahim membacakan pernyataan resmi dari JAT Pusat, bernomor 07/VI/1431, tertanggal 1 Juni 2010. Isi dari pernyataan sikap tersebut adalah bahwa Israel dengan segala kebiadaban yang dilakukannya tidaklah pantas disebut atau diakui sebagai sebuah negara, bahwa tindakan yang dilakukan oleh suatu negara manapun untuk melindungi kebiadaban Israel pantaslah dilaknat, bahwa melawan kebiadaban Israel merupakan tindakan terhormat dan diakui oleh Hak Azasi Universal, dan Islamlah sebagai agama satu-satunya yang menyerukan umatnya untuk melakukan pembelaan terhadap sebuah kebiadaban.
Aksi berakhir pukul 14.30 wib, dan ditutup doa oleh Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Peserta aksi secara tertib berbaris, kemudian berjalan kembali menuju tempat masing-masing.
[muslimdaily.net]
Langganan:
Postingan (Atom)